Panduan lengkap ini menjelaskan yield sewa - metrik fundamental bagi investor properti yang mengevaluasi potensi pengembalian pada properti investasi.
Apa itu Yield?
Yield sewa mewakili jumlah pendapatan sewa yang dihasilkan properti Anda selama setahun, dinyatakan sebagai persentase dari nilai properti. Ada dua jenis utama:
- •Yield bruto: Dihitung sebelum pengeluaran
- •Yield bersih: Memperhitungkan biaya operasional, mengungkapkan profitabilitas aktual
Formula Yield Bruto
Perhitungan memerlukan sewa mingguan dan harga pembelian: kalikan sewa mingguan dengan 52, bagi dengan harga properti, lalu kalikan dengan 100.
Trik Estimasi Cepat
Untuk yield bruto sekitar 5%, hilangkan tiga digit terakhir dari harga pembelian untuk menentukan sewa mingguan yang diperlukan - metode perhitungan mental yang cepat.
Formula Yield Bersih
Kurangi pengeluaran tahunan (rates, asuransi, pemeliharaan, manajemen properti) dari sewa tahunan, bagi dengan nilai properti, lalu kalikan dengan 100.
Penerapan Praktis
Bank biasanya hanya mempertimbangkan 65% hingga 80% dari pendapatan sewa saat menilai aplikasi KPR investasi, memperhitungkan kekosongan dan biaya operasional.
Tolok Ukur Yield di Selandia Baru
- •Auckland/Wellington: 2,5-4% (diimbangi oleh pertumbuhan modal)
- •Area regional: 5-7% (apresiasi lebih lambat)
Pertimbangan Strategis
Investor harus menyeimbangkan yield dengan potensi capital gain. Properti dengan yield tinggi menawarkan arus kas segera tetapi pertumbuhan nilai lebih lambat, sementara properti dengan yield lebih rendah di lokasi premium mungkin mengalami apresiasi yang signifikan dari waktu ke waktu.
Cara meningkatkan yield termasuk menambahkan minor dwelling, meningkatkan fasilitas, atau mengeksplorasi model sewa alternatif seperti sewa jangka pendek berperabotan.
Need Help With Your Mortgage?
Our expert advisers are here to guide you through every step of your mortgage journey. Get in touch for a free, no-obligation consultation.
Talk to an Adviser



