Membangun rumah dari awal mewakili salah satu pencapaian paling menarik yang bisa Anda capai-tetapi juga salah satu usaha paling kompleks.
1. Gagal Merencanakan Secara Detail
Pemberi pinjaman memerlukan rencana proyek yang jelas dan terperinci sebelum mempertimbangkan pinjaman konstruksi. Ini mencakup gambar arsitektur yang telah disetujui, kontrak konstruksi atau penawaran pembangunan harga tetap, dan dokumentasi penghasilan, utang, dan posisi keuangan Anda.
2. Memilih Pemberi Pinjaman yang Salah
Perlakuan pinjaman konstruksi sangat bervariasi di antara pemberi pinjaman. Beberapa mengkhususkan diri dalam pembangunan baru dan pinjaman bertahap, sementara yang lain menghindari proyek pengembangan sepenuhnya. Bermitra dengan penasihat KPR yang memahami pinjaman konstruksi di Selandia Baru.
3. Tidak Mendapatkan Pra-Persetujuan Terlebih Dahulu
Berkomitmen pada pembangunan tanpa mengamankan pra-persetujuan mewakili salah satu kesalahan paling sering. Pra-persetujuan menetapkan anggaran Anda dan menunjukkan kepada pembangun bahwa Anda mewakili pembeli serius.
4. Mengabaikan Syarat dan Ketentuan Pinjaman
Pinjaman konstruksi berbeda strukturnya dari KPR standar. Anda akan menerima dana secara bertahap (pembayaran progres), berpotensi membayar bunga hanya pada jumlah yang ditarik. Namun, biaya mungkin berlaku di setiap tahap.
5. Penganggaran Terlalu Ketat
Pembangunan di Selandia Baru sering melebihi anggaran karena kenaikan harga material, kekurangan tenaga kerja, atau penundaan tak terduga. Pertimbangkan menambahkan dana kontingensi 10-15% untuk mengatasi hal yang tidak diketahui.
6. Melupakan Persyaratan Asuransi
Sebelum melepaskan dana, pemberi pinjaman mengharuskan asuransi risiko pembangun, ditambah kewajiban publik dan berpotensi asuransi contract works. Polis ini melindungi terhadap kerusakan atau kerugian konstruksi.
7. Gagal Memantau Pembangunan
Setelah disetujui dan berjalan, tetap terlibat dengan memeriksa secara teratur dengan pembangun dan pemberi pinjaman Anda. Setiap pembayaran tahap biasanya memerlukan valuasi atau inspeksi yang mengkonfirmasi pekerjaan yang selesai.
8. Membangun Melebihi Anggaran Anda
Memasukkan setiap upgrade dan fitur desain terasa menggoda, tetapi pinjaman konstruksi memiliki batas. Membangun melebihi kemampuan Anda mempengaruhi pelayanan pinjaman dan membahayakan penyelesaian.
9. Tidak Memahami Risiko
Membangun membawa risiko inheren. Penundaan persetujuan, masalah kontraktor, hambatan cuaca, dan inflasi berdampak pada timeline dan biaya. Bekerja dengan tim komprehensif untuk mempersiapkan tantangan ini.
Need Help With Your Mortgage?
Our expert advisers are here to guide you through every step of your mortgage journey. Get in touch for a free, no-obligation consultation.
Talk to an Adviser



